5 Kebijakan Kontroversi Elon Musk Usai Akuisisi Twitter Jadi Sorotan Netizen

Sejak Twitter  diakuisisi Elon Musk pada Oktober 2022 selalu menjadi sorotan netizen. Terlebih, sesaat setelah ambil alih Twitter dirinya mendapatkan reaksi negatif dari netizen.

Sep 20, 2023 - 21:06
 0
5 Kebijakan Kontroversi Elon Musk Usai Akuisisi Twitter Jadi Sorotan Netizen

Sejak Twitter  diakuisisi Elon Musk pada Oktober 2022 selalu menjadi sorotan netizen. Terlebih, sesaat setelah ambil alih Twitter dirinya mendapatkan reaksi negatif dari netizen.

Tak berakhir disitu, belum genap satu tahun menjadi pemilik Twitter atau X, Elon Musk mengeluarkan berbagai kebijakan baru. Beberapa kebijakan yang dikeluarkan Elon Musk pun ramai menjadi pebincangan netizen di media sosial.

Terbaru, CEO dari SpaceX dan Tesla tersebut  mengisyaratkan akan membuat seluruh pengguna Twitter atau X membayar biaya bulanan. Tentu saja isyarat akan kebijakan tersebut kembali menjadi sorotan netizen di berbagi lini masa.

Bukan kali ini saja, kebijakan Elon Musk terkait Twitter/X kerap menjadi kontroversi. Berikut ini beberapa kebijakan kontroversi Elon Musk usai membeli Twitter atau X yang menjadi sorotan netizen.

1. Jadi platform kebebasan berbicara

Usai twitter dikuasai Elon Musk, Bos Tesla ini mengungkapkan bahwa Twitter/X akan dijadikan sebagai media sosial yang bebas untuk berpendapat. Hal ini ia ungkapkan melalui akun resmi miliknya pada 19 November 2022 tahun lalu. Kebijakan ini pun membuat semua pengguna bebas untuk mencuitkan apa saja yang diinginkan.

"Kebijakan baru Twitter adalah freedom of speech, tapi bukan freedom of reach," tulisnya.

Meski begitu, Elon Musk mengungkapkan bahwa cuitan bernada negatif atau kebencian tidak akan dimonetisasi atau dipromosikan.

"Kamu tidak akan menemukan tweet tersebut, kecuali kamu mencarinya secara spesifik, yang berarti tidak jauh berbeda dari (platform) internet pada umumnya," lanjutnya.

Tak sampai disitu, Elon Musk juga kembali memulihkan beberapa akun yang sebelumnya pernah di blokir oleh Twitter karena melakukan pelanggaran aturan twitter.

2. Ratusan karyawan mengundurkan diri

Tutupnya kantor Twitter sempat menghebohkan netizen. Terlebih, ratusan karyawan twitter mengundurkan diri usai Elon Musk membuat peraturan bagi karyawannya. Kantor Twitter sendiri sempat tutup usai Elon Musk memberikan pilihan kepada karyawan untuk tetap bekerja dengan keras atau memilih mundur dengan mendapatkan pesangon.

3. Pembatasan penggunaan Twitter/X

Salah satu kebijakan Elon Musk yang menjadi sorotan ialah adanya pembatasan penggunaan akun Twitter. Melalui cuitannya, Elon Musk menjelaskan bahwa setiap akun Twitter/X akan dibatasi dalam jumlah cuitan, hingga mengirim pesan.

Kebijakan yang dibuat Elon Musk ini sendiri dimaksudkan untuk menghilangkan bot dari platform hingga memastikan keaslian pengguna.  Tentu saja pembatasan penggunaan aplikasi ini mendapat respon negatif dari netizen di seluruh dunia.

Elon Musk mengungkapkan, untuk pengguna tak terverifikasi atau tak berbayar hanya bisa membaca 600 cuitan per hari, kemudian ditambah jadi 800 kicauan, hingga berakhir pada 1.000 kicauan.

Sedangkan untuk pengguna baru yang tak terverifikasi, akun-akun tersebut hanya bisa membaca 300 cuitan yang kemudian berubah menjadi 400. Lalu untu pengguna Twitter/X yang terverifikasi, mereka dapat membaca 6000 cuitan, kemudian ditambah menjadi 8000, dan bertambah lagi menjadi 10.000.

4. Ubah logo dan nama

Kebijakan lainnya yang Elon Musk buat yaitu melakukan re-branding. Masyarakat sendiri sebelumnya mengenal luas Twitter dengan logo burung biru. Namun, pada Juli 2023 lalu, Elon Musk secara resmi mengubahnya menjadi X. Tak hanya mengubah nama dan logo saja, warna dari logo tersebut juga berubah menjadi hitam.

5. Akan terapkan biaya bagi pengguna

Elon Musk dikabarkan akan mewajibkan pengguna X membayar biaya bulanan. Kabar tersebut diungkapkan saat dirinya berbincang dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu pada Senin, 18 September 2023.

Elon Musk mengungkan jika biaya yang dibebankan akan dipergunakan untuk mengatasi ribuan akun bot yang kerap menyebarkan berita hoaks atau kebencian.

"Nantinya, masing-masing bot harus mendaftarkan kartu kredit baru saat ingin mengakses atau menggunakan platform media sosial Twitter/X. Harganya lebih rendah daripada yang dikenakan X kepada pelanggan premium," ungkapnya.

Namun, Elon Musk menyatakan bahwa rencana biaya bagi pengguna x masih dalam tahap diskusi.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow