Penyebab dan Cara Mencegah Baby Blues Pasca Melahirkan

Baby blues adalah depresi postpartum yang bisa terjadi pada ibu pasca melahirkan dengan berbagai kondisi psikologis yang berbeda

Aug 12, 2023 - 00:45
Aug 12, 2023 - 00:50
 0
Penyebab dan Cara Mencegah Baby Blues Pasca Melahirkan

Baby blues adalah depresi postpartum yang bisa terjadi pada ibu pasca melahirkan dengan berbagai kondisi psikologis yang berbeda. Dilansir dari Mayo Clinic, kondisi psikologis ini dapat terjadi karena beberapa faktor.

Gangguan psikologis ini juga biasanya disertai dengan munculnya perubahan suasana hati seperti rasa sedih tanpa sebab yang berlebihan dan perubahan mood yang begitu cepat.

Umumnya gejala yang terjadi pada baby blue syndrome dapat memburuk pada hari ke 3 hingga ke 4 pasca melahirkan. Dan bisa berlangsung selama 14 hari lamanya. 

Penyebab Sindrom Baby Blues

Baby blues sebenarnya bukanlah sebuah penyakit melainkan kondisi psikologis ibu yang berkembang setelah proses melahirkan. Faktor dan penyebab baby blues biasanya terjadi karena adanya masalah emosional, perubahan fisik bahkan hingga faktor genetika.

Dan berikut ini adalah beberapa faktor dan penyebab terjadinya baby blues adalah:

1. Masalah Emosional

Penyebab paling utama dan sering terjadi adalah karena masalah perubahan emosional yang diakibatkan oleh kurang tidur dan kelelahan saat merawat si bayi. Hal ini bisa menimbulkan rasa cemas berlebihan hingga kehilangan kendali.

2. Adanya Perubahan Fisik

Hormon estrogen dan progesterone di dalam tubuh dapat menurun secara drastis pasca melahirkan yang menyebabkan depresi. Selain itu, kelenjar tiroid juga mulai mengurangi produksi hormon lain yang mengakibatkan perasaan cepat lelah dan kurang bertenaga.

3. Faktor Genetika

Sebuah studi juga memperlihatkan jika baby blues juga bisa terjadi pada mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan depresi pasca persalinan, maka bisa meningkatkan resiko untuk mengalami depresi setelah melahirkan.

Artinya baby blues juga bisa terjadi akibat faktor genetik.

Gejala dan Ciri Ciri Baby Blues

Sindrom atau kondisi psikologis memiliki beberapa gejala dan ciri ciri yang bisa dilihat, seperti:

  • Mudah menangis bahkan tanpa adanya alasan yang jelas.
  • Menjadi lebih mudah tersinggung hingga cepat marah.
  • Menjadi tidak sabaran.
  • Merasa cepat lelah dan tidak bertenaga.
  • Mudah merasa cemas bahkan sering berlebihan.
  • Menurunnya konsentrasi.
  • Menjadi hipersensitif.
  • Muncul perasaan terasing, merasa malu hingga rasa bersalah.
  • Tidak nafsu makan.

Cara Mengatasi Baby Blues

Sebenarnya kondisi psikologis ini dapat sembuh dan hilang dengan sendirinya. Namun tidak jarang, terdapat beberapa kasus yang mana kondisi tersebut tidak cepat menghilang bahkan hingga berminggu-minggu.

Dan jika sudah ada di tahap yang mulai mengkhawatirkan, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengatasi baby blues:

1. Istirahat dan Tidur yang cukup

Kurang tidur dan kelelahan akan membuat perasaan menjadi lebih buruk. Oleh sebab itu, sebaiknya carilah cara untuk mengistirahatkan tubuh dengan tidur yang cukup.

Caranya bisa dengan ikut tidur pada saat bayi sedang tidur. Sehingga tubuh tidak kelelahan dan siap untuk merawat si bayi kembali saat sudah bangun.

2. Mencari Teman untuk Mengobrol

Jangan ragu untuk mengungkapkan apa yang sedang dirasakan pada orang terdekat, seperti suami, ibu, saudara bahkan sahabat.

Karena dengan mengobrol dan saling bertukar pikiran, perasaan yang awalnya muncul dan sering mengganggu. Dapat hilang dengan sendirinya.

3. Menjalin Ikatan dengan Pasangan

Membangun kedekatan dengan pasangan, terbukti mampu mengurangi perasaan cemas, takut hingga rasa bersalah karena sindrom ini. Jadi, jangan lupa untuk sesekali meluangkan waktu bersama pasangan. Meskipun sekedar untuk mengobrol bersama.

4. Jangan Takut untuk Meminta bantuan

Jangan ragu apalagi takut meminta bantuan untuk melakukan beberapa tugas rumah tangga hingga merawat si bayi. Agar kondisi tubuh tidak mudah lelah dan membantu untuk membuat emosi lebih stabil.

Pada dasarnya baby blues bisa ditangani bahkan bisa dihilangkan. Namun untuk melakukannya, tentu harus dilakukan dengan bantuan orang orang terdekat. Seperti pasangan dan keluarga.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow